
Jakarta, 21 Mei 2026 — Mahasiswa Program Magister Administrasi Bisnis Universitas Respati Indonesia (URINDO) sukses menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertajuk “Building Future-Ready Communities: Harmonisasi Literasi Keuangan serta Penguatan Kesehatan dan Bisnis UMKM” di Auditorium URINDO Kampus C. Kegiatan ini menghadirkan para pelaku UMKM dari wilayah Jabodetabek dan menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
Keterangan: Foto bersama panitia, pemateri, dosen, dan Mahasiswa Program Magister Administrasi Bisnis di Auditorium URINDO Kampus C.
Menggabungkan pendekatan akademis dengan pengalaman langsung para praktisi, kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama yang saling melengkapi, yaitu literasi keuangan digital, penguatan UMKM melalui pengadaan pemerintah, dan edukasi kesehatan masyarakat. Melalui tema tersebut, mahasiswa Magister Administrasi Bisnis URINDO berupaya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam meningkatkan kapasitas diri dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Keamanan Perbankan Digital
Sesi pertama menghadirkan Erna Noviani, Head of Digital Services Management Bank BCA, yang membawakan materi berjudul “Literasi Keuangan Digital dan Pencegahan Fraud Perbankan: Evaluasi Peningkatan Kompetensi Masyarakat Melalui Program Edukasi Berbasis Praktik.”
Dalam pemaparannya, Erna menjelaskan bahwa literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi perbankan, tetapi juga mencakup pemahaman, sikap, dan perilaku dalam mengelola transaksi keuangan secara aman. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan digital yang terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan elektronik.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah fenomena mule account, yaitu rekening yang digunakan sebagai sarana penampungan dana hasil tindak kejahatan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur tawaran komisi atau imbalan yang melibatkan peminjaman rekening pribadi karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya kolaborasi antara perbankan, pemerintah, aparat penegak hukum, dan platform digital dalam menekan angka kejahatan siber.
Membuka Peluang UMKM Menembus Pasar Pengadaan Pemerintah
Materi kedua disampaikan oleh Rahmat Saifudin Al Maslul, S.T., pemilik UMKM Bakso Patih, melalui topik “Peningkatan Literasi Digital dan Akses Pengadaan Pemerintah melalui E-Katalog Versi 6 pada UMKM: Studi Kasus Bakso Patih.”
Melalui pengalaman langsung sebagai pelaku usaha, Rahmat berbagi perjalanan pengembangan bisnis Bakso Patih hingga berhasil memanfaatkan platform digital pengadaan pemerintah seperti INAPROC dan E-Katalog Versi 6. Materi ini memberikan gambaran konkret mengenai peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Sebanyak 36 pelaku UMKM yang hadir tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti sesi praktik dan diskusi interaktif. Melalui metode participatory action research, peserta diajak memahami proses pendaftaran, penggunaan platform digital, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta pada aspek pemasaran digital, sistem e-purchasing, pengadaan pemerintah, dan penggunaan E-Katalog Versi 6.
Studi kasus Bakso Patih menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat meningkatkan peluang bisnis melalui transformasi digital. Dengan sertifikasi halal dan inovasi produk yang dimiliki, Bakso Patih berhasil memanfaatkan akses pasar yang lebih luas melalui sistem pengadaan pemerintah yang kini semakin terbuka bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Edukasi Kesehatan sebagai Investasi Jangka Panjang
Melengkapi rangkaian kegiatan, sesi ketiga menghadirkan dr. Hendrikus, Sp.N, Dokter Spesialis Neurolog, yang membawakan materi “Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Stroke dan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Melalui Edukasi Kesehatan.”
Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai faktor risiko, gejala awal, serta langkah pencegahan stroke dan HNP. Edukasi kesehatan dinilai sangat relevan bagi pelaku UMKM yang memiliki aktivitas kerja tinggi dan rentan terhadap berbagai penyakit tidak menular akibat pola hidup yang kurang sehat.
Melalui penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sebagai modal utama dalam menjalankan aktivitas usaha dan kehidupan sehari-hari.
Wujud Nyata Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi
Kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Program Magister Administrasi Bisnis URINDO berhasil menghadirkan forum pembelajaran yang tidak hanya membahas aspek bisnis dan ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang profesi, kegiatan ini mampu memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta mengenai pentingnya keamanan transaksi digital, pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha, serta kesadaran menjaga kesehatan.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen mencetak lulusan unggul dan berdaya saing, Universitas Respati Indonesia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Tag: PKM, Magister Administrasi Bisnis, Literasi Keuangan Digital, UMKM, e-katalog, Kesehatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat, URINDO


